Warga Salubulo Diringkus Sat Narkoba Polres Palopo

oleh -125 views

KAREBANEWS – Sat Narkoba Polres Palopo dalam aksinya memutus peredaran obat-obatan terlarang, semakin gencar melakukan penyidikan, penyelidikan dan penangkapan.

Ini dibuktikan dengan beberapa penangkapan terhadap terduga pelaku penyalahgunaan narkotika di Kota Palopo.

Seperti halnya pada Sabtu (22/11/2020), sekitar pukul 02.00 wita berlokasi di Jl. Penggoli Kel. Penggoli Kec. Wara Utara Kota Palopo, telah dilaksanakan penangkapan terhadap seorang terduga pelaku penyalahgunaan narkoba oleh personil Sat Narkoba Polres Palopo yang dipimpin Kasat Narkoba AKP Zainuddin,SE.

Adapun identitas terduga pelaku penyalahgunaan narkoba tersebut adalah Sdr. ID, 26 tahun, pekerjaan wiraswasta, agama Islam, alamat Jl. Dr. Ratulangi Kel. Salubulo Kec. Wara Utara Kota Palopo.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap diri pelaku, telah ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah handphone merk Realme warna biru navy dengan Nomor GSM 081 244 65X XXX.

Saat interogasi, terduga pelaku menjelaskan telah menyembunyikan sabu di pohon pisang dekat rumahnya di jalan Dr. Ratulangi Kel. Salubulo Kec. Wara Utara Kota Palopo, kemudian terduga pelaku diajak ke tempat tersebut, dan ditemukan sebanyak 7 (tujuh) saset plastik bening berisi sabu dengan berat bruto 4,28 gram.

Penangkapan terhadap terduga pelaku ID ini karena adanya informasi yang diterima dari masyarakat, bahwa di TKP penangkapan akan terjadi transaksi atau penyalahgunaan narkoba.

Dalam pemeriksaan terhadap terduga pelaku ini menjelaskan, sabu yang ia miliki diperoleh dengan cara membeli seharga Rp.1.700.000,- (satu juta tujuh ratus ribu rupiah) melalui perantara temannya yang biasa di panggil si Hitam/black.

Saat ini terduga pelaku diamankan di ruang Sat Narkoba Polres Palopo guna dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Terduga pelaku dikenakan pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 ayat (1) subs pasal 127 ayat (1) huruf (a) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

(**)

Tinggalkan Balasan