Tim Hukum BISA Layangkan Somasi Pada Bawaslu Luwu Utara

oleh -613 views

KAREBANEWS.COM- Tim Hukum pasangan calon (Paslon) Indah Putri Indriani-Suaib Mansur, resmi melayangkan somasi kepada Bawaslu Luwu Utara, Rabu (14/10/20).

Langkah ini diambil Tim Hukum pasangan yang berjuluk BISA, atas sikap Panwascam Sukamaju saat kegiatan pengajian di rumah salah satu simpatisan Indah Putri Indriani.

Hal ini turut dibenarkan tim hukum BISA, Zulfikar mengatakan, surat somasi telah kami layangkan sekaligus bertemu langsung dengan Ketua Bawaslu.

“Kami sudah bertemu dengan ketua Bawaslu terkait sikap panwascam Sukamaju. Kita juga meminta agar dipertemukan dengan panwascam terkait,”papar Zulfikar.

Adapun yang menjadi tuntutan tim hukum BISA dalam surat tersebut antara lain:

1. Bahwa sehubungan dengan tindakan yang di lakukan oleh salah satu komisioner Panitia Pengawas Pemilu kecamatan Sukamaju yang diduga telah melakukan intimidasi pada saat pasangan calon Nomor Urut 2 HJ.INDAH PUTRI INDRIANI,S.IP.,M.SI DAN SUAIB MANSUR,ST.,M.Si melakukan sosialisasi di desa Tulung Indah Kecamatan Sukamaju tertanggal 11 Oktober 2020.

2. Bahwa adapun tindakan intimidasi yang dilakukan komisioner Panitia Pengawas Pemilu yakni dengan mengatakan kalau ini TPA milik pemerintah atau dibiayai oleh negara kena’ki hukum pidana. Hal tersebut menurut hemat kami merupakan tindakan yang sama sekali tidak berdasarkan peraturan perundang-undangan sebab kalimat tersebut merupakan kalimat penekanan terhadap seseorang.

3. Bahwa atas kejadian tersebut kamipun menduga salah satu komisioner Panwascam atas nama Arwan tidak mengedepankan kewenangannya sebagaimana tertuang pada Undang-undang No. 7 Tahun 2017 dijelaskan pada pasal 105 angka 7 “Panwaslu kecamatan berwenang memeriksa dan mengkaji dugaan pelanggaran pemilu di wilayah kecamatan dan menyampaikan ke bawaslu kabupaten/Kota”, kemudian lebih lanjut dijelaskan pada pasal 106 huruf b “panwaslu kecamatan berwenang memeriksa dan mengkaji pelanggaran pemilu di wilayah kecamatan serta merekomendasikan hasil pemeriksaan dan pengkajiannya kepada pihak-pihak yang diatur dalam undang-undang ini“, maka dari uraian tersebut dengan dikaitkan fakta di lapangan seharusnya sikap komisioner panwascam Sukamaju harusnya mengkaji apabila ada indikasi sebuah pelanggaran tanpa harus bersikap arogan/intimidasi.

4. Bahwa dengan adanya sikap arogan tersebut menambah kecurigaan kami terhadap komisioner panwascam Sukamaju tidak bersifat netral sehingga menurut kami patut badan pengawas Pemilu melakukan evaluasi terhadap terduga Arwan yang merupakan komisioner panwascam Sukamaju.

5. Bahwa tindakan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Sukamaju adalah merupakan tindakan PERBUATAN MELAWAN HUKUM atau MELANGGAR ETIKA sebab seharusnya apa bila diduga terjadi sebuah pelanggaran kampanye, pihak panitia pengawas pemilu kecamatan Sukamaju memberikan teguran secara tertulis dan tetap melakukan pengkajian bukan memberikan sebuah kalimat penekanan terhadap seseorang.

Dari uraian tersebut di atas dengan ini kami memperingatkan (Mensomir) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan untuk :

1. Segera Melakukan Evaluasi terhadap terduga Arwan yang merupakan komisioner panitia pengawas pemilu kecamatan Sukamaju selambat-lambatnya tiga (3) hari kerja sejak Somasi ini di terima.

2. Apabila dalam waktu sebagaimana yang kami uraikan pada poin 1 (satu), saudara tidak melaksanakan hal-hal tersebut di atas , maka kami akan melakukan upaya hukum yang di mungkinkan oleh undang-undang.

(**)

Tinggalkan Balasan