Tambahan Pendapatan Warga Melalui Pemberdayaan Rumput Laut Di Desa Barowa Kecamatan Bua Kabupaten Luwu

oleh -310 views

KAREBANEWS- Indonesia salah satu negara penghasil rumput laut didunia dengan kurang lebih 70.000 keluarga yang dimana bergantung pada kegiatan pemberdayaan rumput laut (Mario, Monica et all 2019).

Negara ekspornartir terbesar rumput laut dunia, Indonesia termasuk salah satunya (Suhana 2017), Budidaya rumput laut merupakan bentuk budidaya laut yang membutuhkan investasi modal rendah dan berpengaruh terhadap peningkatan standar hidup disetiap daerah.

Rumput laut termasuk salah satu produk perikanan ekspor andalan Indonesia. Hasil analisis data ekspor rumput laut Indonesia dalam periode 2012-2019 itu terlihat bahwa volume pada ekspor rumput laut tumbuh dengan jumlah rata-rata 2,95% dalam kurun waktu pertahun.

Sementara nilai ekspor pada periode yang sama itu tumbuh rata-rata 12,97% pertahun. Bahkan dalam catatan BPS pada tahun 2020 terlihat bahwa dalam periode 2012-2019 terdapat beberapa provinsi yang dominan ekspor rumput laut dari Indonesia diantaranya yaitu Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Jawa Barat dan Kalimantan Timur.

Umumnya, pemanfaatan rumput laut adalah sebagai bahan makanan, seperti untuk agar-agar maupun kue, dan juga sebagai sumber makanan yang bisa dikonsumsi secara langsung, seperti untuk makanan ternak. Sementara, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan rumput laut sudah sangat beragam, bukan hanya sebagai produk makanan saja.

Namun terkadang cuaca juga salah satu tantangan penghambat perkembangan rumput laut, Kita bisa lihat misalnya, peningkatan produksi rumput laut saat ini harus dihadapkan pada sebuah  tantangan salah satunya adalah fenomena penurunan daya dukung lingkungan perairan dan perubahan iklim global yang secara langsung berdampak pada pertumbuhan rumput laut yang dibudidayakan. Kondisi ini dapat dilihat bahwa pada beberapa lokasi misalnnya telah terjadi pergeseran pola musim tanam yang lebih pendek dari sebelumnya.

Rumput laut bukanlah suatu hal yang asing bagi masyarakat yang bermukim di daerah pesisir , yang berperan dalam pemberdayaan pada rumput laut kebanayakan dari kalangan para ibu rumah tangga tidak hanya ibu rumah tangga saja yang berperan sebagai pelaku pemberdayaan rumput laut akan tetapi anak-anak sampai kalangan juga ikut serta berperan dalam menambah penghasilan.

Bahkan 30% rumah tangga maupun kalangan dewasa itu khususnya didaerah Barowa yaitu desa yang berada di kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Indonesia, itu menggantungkan pendapatannya dari hasil perolehan pada rumput laut yang dikerjakan tiap harinya mulai dari jam delapan pagi sampai jam lima sore.

Kemudian adanya pemberdayaan rumput laut juga mampu memberikan kesibukan baru untuk ibu rumah tangga maupun kalangan anak-anak sampai dewasa yang tidak memiliki pekerjaan kerkhusus itu tentunya akan memberikan sumbangan pendapatan yang akan menambah penghasilan keluarga.

Dalam konteks inilah potensi wanita ibu rumah tangga, anak-anak maupun kalangan dewasa itu berperan sebagai bagian komponen bangsa memiliki peranan yang tidak dapat diabaikan dan perlu di berdayakan.

Namun sejak awal tahun 2020 selain masalah cuaca yang merupakan tantangan penghambat perkembangan rumput laut, terdapat pula tantangan besar penghambat permintaan rumput laut untuk diekspor yang diakibatkan oleh pandemic covid-19 yang berdampak pada hampir semua negara.

Maka dari itulah pemerintah harus memberikan perhatian kepada petani rumput laut utamanya menjaga kestabilan harga jual rumput laut. Perkembangan teknologi kini semakin pesat, dengan berbagai inovasi pasti akan lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi rumput lau agar hasil produksi rumput laut itu dapat meningkatkan kesejahteraan petani rumput laut.

Artikel
Nama : Maharani
Nim : 18 0401 0136
Prodi : Ekonomi Syariah 6D

Tinggalkan Balasan