Soal Sengketa Lahan di PNP, Pedagang Keluhkan Biaya Sewa ke Pemilik Sah!

oleh -174 views

KAREBANEWS- Salah satu pedagang di PusatNiaga Palopo (PNP) yang status kepemilikan losnya masuk dalam lahan sengketa, kini mulai mengeluh.

Bukan tanpa alasan, keluhan tersebut dipicu sejak dikeluarkannya surat pemberitahuan harga sewa lahan seluas seluas 19.004 m², yakni Buya Andi Ikhsan B Mattotorang.

Dari kuasa hukumnya surat bernomor 001/KH/ABM.IC/X/2020 ini antara lain menyampaikan bahwa berdasarkan surat pernyataan yang telah ditanda tangani oleh para pedagang pada tanggal 15 Oktober 2020 lalu.

Dimana salah satu poinnya menyebutkan bahwa penyewa lahan wajib membayar uang sewa lahan/tanah kepada ahli waris (Alm) Andi Baso Mattotorang itu, melalui kuasa hukum subtitusi.

Pembayaran sewa lahan tersebut dengan melalui dua cara, yaitu harian dan mingguan yang mulai terhitung tanggal 1 November 2020.

Tentunya hal itu membuat para pedagang mengeluh dengan besaran sewa yang ditetapkan itu.

Keluhan tersebut datang dari salah seorang pedagang yang mengeluhkan bahwa besaran sewa lahan tersebut sangat memberatkan mereka.

Terlebih ditengah situasi pandemi Covid-19, dimana kondisi dagangannya sepi pembeli

“Na gere’ki Buya bah,” tulis Fitri via WhatsApp, Sabtu (31/10/20).

Lanjut Fitri, mengatakan bahwa setahunya los yang ia tempati adalah masih milik pemerintah. Dirinya berpatokan dengan status los SHGU (Sertifikat Hak Guna Usaha).

Masa berlaku SHGU terhitung selama 25 tahun.

“Saya kira masih milik pemerintah ini karena saya kontrak selama 25 tahun. Dan masih ada 6 tahun lagi sampai 2026,” rincinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan saat dikonfimasi mengatakan bahwa pihak Pemerintah Kota (Pemkot), mengaku belum mengetahui persoalan tersebut.

“Kami koordinasikan dengan terkait dulu, dan laporan ke pimpinan,” papar Zulkifli saat dikonfirmasi melalui WhatsAppnya.

(NA)

Tinggalkan Balasan