Sidang Pembacaan Putusan, DKPP RI Tolak Pengaduan Pengadu dan Merehabilitasi Nama Baik KPU Lutra

oleh -142 views

KAREBANEWS – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, menolak pengaduan pengadu dan merehabilitasi nama baik penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPU Luwu Utara.

Hal ini berdasarkan hasil sidang dugaan pelanggaran kode etik terhadap penyelenggara pemilu, dengan agenda pembacaan putusan terhadap 10 perkara di Ruang Sidang DKPP, Gedung DKPP, Jakarta Pusat, Rabu (20/01/2021).

Untuk dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu Kabupaten Luwu Utara, pengadu adalah Ketua DPD BAIN HAM RI Luwu Utara, Faisal Tanjung.

Sementara teradu 1 sampai 5 yaitu Ketua dan Anggota KPU Lutra, H.Syamsul Bachri, Supriadi, Rahmat, Syabil dan Hayu Vandy P.

Sidang yang berlangsung secara virtual itu dihadiri oleh tujuh Anggota DKPP, yaitu ketua merangkap aggota Muhammad, kemudian Teguh prasetyo, Alfitra Salamm, Ida Budhiati, Didik Supriyanto, Muhammad Afifuddin, dan Pramono Ubadid Tantowi.

Satu dari 10 perkara yang disidangkan tersebut merupakan perkara nomor 177-PKE-DKPP/XI/2020, tentang dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu Kabupaten Luwu Utara.

Pada sidang itu, Muhammad membacakan keputusan, bahwa DKPP menolak pengaduan pengadu untuk seluruhnya atas dugaan penyelenggara pemilu Kabupaten Luwu Utara.

Merehabilitasi nama baik teradu 1. H. Syamsul Bachri selaku Ketua merangkap Anggota KPU Lutra, teradu 2. Supriadi, teradu 3. Rahmat, teradu 4.Syabil, dan teradu 5.Hayu Vandy P, masing-masing selaku Anggota KPU Lutra.

Dalam pembacaan putusan, Muhammad menyampaikan, DKPP juga memerintahkan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), untuk melaksanakan putusan ini sepanjang terhadap teradu 1 sampai dengan teradu 5 paling lama tujuh hari sejak dibacakan.

Muhammad juga menjelaskan, keputusan DKPP tersebut dikeluarkan berdasarkan atas penilaian fakta yang terungkap dalam persidangan, setelah memeriksa keterangan pengadu, memeriksa jawaban dan keterangan para teradu, dan memeriksa segala bukti dokumen pengadu dan para teradu.

(NA)

Tinggalkan Balasan