,

Polres Gowa Tetapkan 4 Tersangka Penolakan Pemakaman Jenazah Covid-19

oleh -145 views

GOWA|KAREBANEWS.com Penyidik Polres Gowa menetapkan empat orang terduga pelaku aksi penolakan pemakaman jenazah yang diduga terjangkit Covid-19 sebagai tersangka.

Awalnya terdapat lima orang yang diamankan, namun salah satu terduga pelaku inisial SM (48) masih berstatus saksi dan belum ditemukan alat bukti yang cukup untuk menetapkannya sebagai tersangka. Namun proses penyelidikan terus dilanjutkan.

Sebelumnya pada Kamis (02/04/20) lalu, kelima terduga pelaku tersebut diamankan saat melakukan aksi penolakan di jalan teratai indah Macanda Kabupaten Gowa. Sebuah lahan milik Pemprov Sulsel yang dijadikan sebagai lokasi pemakaman jenazah korban yang terjangkit Covid-19.

Kapolres Gowa AKBP. Boy Samola didampingi Dandim 1409 Gowa Letkol Arh. M. Suaib bahkan turun langsung melakukan himbauan dan pencegahan. Namun hal tersebut tidak diindahkan, bahkan para pelaku memblokir jalan dengan batang kayu dan membakar ban.

Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP. Tambunan mengatakan, pasca dilakukan interogasi dan pemeriksaan penyidik kemudian menetapkan 4 orang terduga pelaku sebagai tersangka dan penahanan telah dilakukan sejak 3 April 2020.

Penetapan ke empat terduga pelaku sebagai tersangka didahului dengan gelar perkara dan memeriksa sedikitnya 11 orang saksi.

“Keempat tersangka berinisial HM (48), JG (45), MY (32) dan RD (42) peran dari mereka diduga sebagai provokator dalam aksi penolakan yang dilakukan beberapa waktu lalu,” ungkap Kasubbag Humas Polres Gowa AKP. M.Tambunan.

Terpisah, Kapolres Gowa AKBP. Boy Samola saat dikonfirmasi membenarkan penetapan empat tersangka tersebut.

“Penyidik Polres Gowa telah menetapkan empat orang terduga pelaku sebagai tersangka dan saya kembali ingatkan kepada warga kabupaten Gowa untuk tidak melakukan aksi yang sama. Bila itu terjadi makan Polres Gowa akan melakukan tindakan tegas,” terang Boy Samola.

Keempat tersangka dijerat pasal 214 ayat 1 KUHP subs pasal 160 KUHP subs pasal 218 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 4 bulan 2 minggu dan maksimal 7 tahun penjara.

(One) 

Tinggalkan Balasan