, ,

Pemerintah Perpanjang Penyaluran Bantuan Sosial dan BLT DD

oleh -96 views

JAKARTA|KAREBANEWS.com- Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memperpanjang penyaluran bantuan sosial bagi warga terdampak pandemi virus corona (Covid-19) hingga Desember 2020.

Sebelumnya Bantuan Sosial (Bansos) hanya akan diberikan selama tiga bulan, mulai April hingga Juni 2020.

“Jadi bansos Jabodetabek sekarang akan sampai Desember, namun mulai Juli hingga Desember nilai manfaatnya akan turun dari Rp. 600.000 menjadi Rp. 300.000 perbulan,” Ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani seusai rapat kabinet terbatas bersama Presiden Jokowi, Rabu (03/06/20).

Bantuan sosial yang dibagikan di wilayah Jabodetabek berupa sembako. Artinya mulai Juli hingga Desember, warga terdampak Covid-19 di Jabodetabek akan nerima paket sembako senilai Rp. 300.000 setiap bulannya.

Perpanjangan juga berlaku bagi warga di luar Jabodetabek yang menerima bansos dalam bentuk uang tunai. Nilai uang yang diterima juga akan turun dari Rp 600.000 menjadi Rp 300.000 mulai Juli hingga Desember.

Sementara itu, bantuan langsung tunai dana desa diperpanjang hingga September 2020. Penerima manfaat hanya akan mendapat bantuan senilai Rp 300.000 dari yang mulanya Rp 600.000 per bulan.

“Sehingga, total anggaran BLT desa akan mencapai Rp 31,8 triliun. Adapun untuk bansos tunai non-Jabodetabek totalnya mencapai Rp 32,4 triliun dan bansos Jabodetabek Rp 6,8 triliun,” Ucap Menteri.

Sri Mulyani menyebutkan, penerima bantuan sosial (Bansos) didominasi oleh para petani, peternak dan pekebun yang jumlahnya sebanyak 18,4 juta orang.

Kemudian disusul pedagang dan pekerja sektor swasta 4,2 juta orang, pekerja bangunan 3,4 juta orang, pekerja pabrik 3,3 juta orang, sopir dan pekerja komunikasi 1,3 juta orang, serta nelayan hampir 900.000 orang.

Dia mengklaim, penerima bansos tersebut sudah mencakup 40 persen dari total masyarakat Indonesia yang terdampak Covid-19.

“Itu adalah bentuk dukungan yang diberikan pemerintah untuk menahan daya beli agar tidak menurun akibat Covid-19, dan merosotnya kegiatan ekonomi terutama di level masyarakat akar rumput,” Pungkas Menteri Keuangan Sri Mulyani.

(Sumber Kompas.com) 

Tinggalkan Balasan