,

Pelaku Penganiayaan Dihadiahi Timah Panas Saat Melawan Petugas

oleh -129 views

LUTIM|KAREBANEWS.com- Pelaku penganiayaan terpaksa dihadiahi timah panas, lantaran melakukan perlawanan saat Personil Polsek Nuha Polres Luwu Timur hendak melakukan penangkapan, Selasa (14/04/20).

MS alias AT (17) ditemukan di Desa Nikkel, saat dilakukan penangkapan pelaku justru melakukan perlawanan terhadap anggota Polsek dengan menggunakan kampak.

“Melihat situasi tersebut anggota mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak empat kali, namun tersangka tidak mengindahkan,” jelas Kanit Reskrim Polsek Nuha, IPDA Ridwan Parintak.

Karena tidak mengindahkan peringatan petugas, pelaku dilakukan tindakan tegas dan terukur yakni melumpuhkan dengan menembak kaki pada bagian paha sebelah kanan sebanyak satu kali.

“Pelaku akhirnya berhasil di tangkap dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Awal Bross PT. Vale untuk diberikan perawatan,” tutup Kanit Reskrim Polsek Nuha, IPDA Ridwan Parintak.

Diketahui pelaku juga pernah melakukan tindak pidana penganiayaan (pemarangan) terhadap korban lainnya pada 5 September 2019 dengan vonis dua tahun penjara.

Terpisah Kapolres Luwu Timur AKBP. Indratmoko saat dikonfirmasi mengatakan, pelaku merupakan napi kasus penganiayaan di Luwu Timur. Namun karena statusnya masih di bawah umur, dia dibawa ke Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) di jalan Salodong Makassar.

“Pelaku itu napi yang kabur, dia divonis 2 tahun dak disimpan di Salodong karena usianya masih 17 tahun, tapi dia kabur tanggal 19 Maret,” terang Indratmoko.

Informasi tersebut juga dibenarkan Kapolsek Nuha Kompol Antonius, dia mengatakan pelaku divonis 2 tahun penjara akibat menyerang pria dengan senjata tajam di Desa Nikkel, pada 5 September 2019 lalu.

“September lalu kami tangani dan divonis 2 tahun penjara. Namun karena masih 17 tahun waktu itu, dia direhabilitasi sosial di Makassar,” jelas Kompol Antonius.

Usai melarikan diri, pelaku kembali ke wilayah kecamatan Nuha hingga akhirnya kembali ditangkap usai melukai dua orang dengan senjata tajam.

“Saat mau ditangkap dia malah nekat melawan bawa kampak, tembakan peringatan tidak dihiraukan hingga akhirnya dilumpuhkan petugas,” pungkasnya.

(One)

Tinggalkan Balasan