,

Mendes PDTT: BLT Tidak Diberikan dalam Bentuk Sembako

oleh -119 views

JAKARTA|KAREBANEWS.com- Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa tidak akan diberikan dalam bentuk sembilan bahan pokok (sembako). Hal tersebut ditegaskan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. 

“Tidak ada BLT dana desa dalam bentuk sembako, di lapangan ada permintaan seperti itu, saya jawab tidak bisa,” jelas Abdul Halim dalam konferensi pers, Senin (27/04/20).

Menurutnya, BLT dana desa seluruhnya diberikan dalam bentuk uang tunai kepada masyarakat desa. Tata penyaluran BLT bisa secara langsung diserahkan ke warga dan melalui transfer rekening bank.

Besaran BLT yang diserahkan sebanyak Rp. 600.000 perbulan untuk setiap keluarga miskin di desa dan diberikan selama tiga bulan. Secara total setiap keluarga akan mendapat Rp. 1.800.000.

Abdul Halim mengatakan, jika ada masyarakat desa yang merasa kesulitan memperoleh kebutuhan bahan pokok bisa menggunakan BLT untuk berbelanja di BUMDes.

“Solusinya yakni BUMDes menyiapkan sembako, minyak goreng dan kebutuhan pokok. Setelah menerima BLT silakan dibelikan ke BUMDes,” jelasnya.

Abdul Halim juga meminta agar kepala daerah diharapkan tidak mempersulit penyaluran BLT dana desa. Saya mengajak kepada seluruh kepala seluruh bupati dan wali kota, untuk memberikan kemudahan kepada desa dalam penyaluran BLT, karena ini sudah urusan kemanusiaan.

“Saya mohon kepada bupati dan wali kota agar tidak ada yang mempersulit urusan kemanusiaan,” ucap Abdul Halim.

Lebih jauh Abdul Halim menyebutkan, BLT untuk masyarakat desa dianggarkan dari alokasi anggaran dana desa yang sebelumnya telah disalurkan pemerintah pusat. Menurutnya ada sejumlah pedoman pencairan alokasi dana desa untuk BLT.

Pertama, desa yang alokasi dananya dibawah Rp. 800 juta per tahun diminta mengalokasikan maksimal 35 persen dari keseluruhan anggaran BLT.

Kedua, desa yang alokasi dana desanya sebesar 800 juta rupiah hingga 1,2 milyar diminta mengalokasikan dana desa sebesar 30 persen.

“Sedangkan desa yang dananya di atas 1,2 milyar diminta menyalurkan 35 persen dari dana desanya untuk bantuan langsung tunai,” pungkasnya.

Hingga 27 Maret 2020, Kemendes PDTT mencatat sudah ada sekitar 8.157 desa di 76 kabupaten yang mencairkan BLT untuk masyarakat.

(Sumber: Kompas. com) 

Tinggalkan Balasan