Ketua Umum PB IKAMI Sulsel: Jubir Marves Anti Demokrasi

oleh -376 views
IKAMI

KAREBANEWS. com- Ketua Umum PB IKAMI Sulsel, Muhammad Zulfikar Wisnu mengkritik Jubir Menteri Koordinator Maritim dan Investasi yang dianggap sedang mempertontonkan sikap anti Demokrasi di negara Demokrasi.

Muhammad Zulfikar Wisnu menuturkan, salah satu ciri Demokrasi adalah jaminan kebebasan untuk menyampaikan pendapat. Sebagai negara demokrasi, Indonesia menjamin kemerdekaan tersebut sebagaimana tertuang dalam pasal 28E ayat (2) dan ayat (3) undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Ini jelas menyebutkan setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.

“Jubir Menko perlu meresapi kembali amanah konstitusi agar kritikan yang ditujukan kepada menteri tidak dianggap sebagai ujaran kebencian tetapi dijadikan sebagian vitamin demokrasi dan pemikiran,” jelasnya.

Pro Kontra serta kritikan terhadap penanganan penyebaran Covid-19, pasti mendapat respon yang besar dari seluruh elemen bangsa, termasuk dari mantan Sekretaris BUMN Said Didu.

Kebijakan pemerintah dalam menangani penyebaran Covid-19 sangat beragam, terutama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Misalnya beberapa daerah melakukan soft lockdown (Kab.Bone), menutup jalan masuk dan keluar (Prov.Papua), Isolasi Wilayah (Tegal), karantina wilayah (Toli-toli) dan banyak lagi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah yang mungkin berbeda dengan pemerintah pusat.

“Tujuannya sama yaitu menyelamatkan warga dan menghentikan virus corona, bukankah keselamatan rakyat menjadi hukum tertinggi,” tutur Zulfikar.

Menurut Ketua Umum PB IKAMI Sulsel, perbedaan di alam demokrasi tidak bisa dihindari melainkan harus dihadapi dengan dialog dan data, bukan dengan cara mencari celah agar pengkritik dibungkam dan dilaporkan secara hukum. Bukankah setiap orang yang digaji dari hasil pajak rakyat harus menyiapkan diri dikritik.

“Jadi saya sarankan kepada Jubir Menko Maritim dan Investasi mengurungkan niatnya dan kembali mengurus urusan Maritim dan Investasi, apalagi ekonomi saat ini sedang anjlok terhadap nilai dolar dan ekonomi sedang lumpuh karena virus Corona. Semua warga yang jumlahnya jutaan disarankan tetap di rumah dan bekerja dari rumah,”jelas Zulfikar.

Lebih jauh, pemuda asal Tana Luwu, Sulawesi Selatan ini menegaskan, Said Didu tidak perlu minta maaf atas statemennya yang menyebutkan Luhut hanya pikiran uang, uang dan uang. Bahkan Faisal Basri menyebut Luhut lebih berbahaya dari Covid-19 yang perlu di respon secara positif.

“Sekali lagi Jodi Mahardi sebaiknya konsentrasi mengurus kemaritiman dan investasi bersama Pak Menko Luhut dari pada mengurus kritikan yang justru mencerminkan sikap anti demokrasi,” tegas Muhammad Zulfikar Wisnu.

(One) 

Tinggalkan Balasan