FKJ Kembali Sambangi Polres Palopo Suarakan Pembebasan Asrul

oleh -203 views

PALOPO|KAREBANEWS.com- Pembebasan Muh. Asrul, Jurnalis beritanews kembali disuarakan dengan lantang oleh Forum Koordinasi Jurnalis (FKJ) Luwu Raya, di depan Mapolres Palopo, Jumat (7/2/20) malam.

Aksi ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan FKJ, sambil membakar lilin sebagai simbol pembungkaman dan kemunduran demokrasi. Aksi pembebasan Asrul turut mendapatkan dukungan dari kalangan aktivis dan sejumlah kalangan mahasiswa di Kota Palopo.

“Tuntutan ini tetap sama dari yang lalu, yaitu segera bebaskan rekan kami. Jika tidak, kami akan menggelar aksi serupa, dengan massa yang jauh lebih banyak, sekaligus menuntut Kapolda Sulsel, lengser dari jabatannya,” teriak Jenderal Lapangan, Zadly Zainal Karaeng Rewa.

Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Palopo, kembali mempertegas bahwa Pers yang menjadi salah satu pilar demokrasi saat ini telah menjadi korban pembungkaman.

“Dalam menuangkan karya jurnalistik, mereka diatur dalam UU No 40 Tahun 1999, tentang kebebasan dan kemerdekaan pers. Namun faktanya kasus yang dialami Asrul, tidak sesuai kenyataan, atas dasar itulah kami turut mendukung aksi damai ini,” ujar Parinding.

Sementara itu William Martom dari FORI Kota Palopo mengatakan, upaya pembungkaman terhadap Pers adalah pertanda darurat Demokrasi di Indonesia.

“Pihak kepolisian diskriminasi dalam penanganan kasus Asrul, dugaan yang diberitakan terkesan tidak mendapatkan perhatian dari aparat,” Tegas William.

Kasus yang menimpa Asrul turut menjadi sorotan aktifis perempuan Yertin Ratu. Menurutnya, kasus pencemaran nama baik adalah kasus biasa tapi ditangani dengan cara luar biasa.

“Berbeda dengan kasus korupsi yang merupakan kasus luar biasa, tapi terkesan dikesampingkan dan ditangani biasa saja,” Jelas Yertin.

Yertin menambahkan, di Kota Palopo banyak kasus dugaan korupsi yang hingga saat ini belum menemui titik terang karena penangan yang lamban. Mulai dari kasus proyek pipa PDAM, jalan lingkar barat, Zaro Snack, revitalisasi lapangan Pancasila hingga PLTMH Bambalu.

“Harusnya deretan kasus ini menjadi fokus utama dan harus segera dituntaskan penegak hukum, jangan kasus biasa justru dijadikan luar biasa,” Tambahnya.

Aksi serupa akan terus dilakukan FKJ, jika Muh. Asrul tak kunjung di bebaskan Polda Sulsel. Penahanan tersebut juga dipandang keliru karena pihak Polda Sulsel tidak melakukan koordinasi dengan Dewan Pers sebelum mentersangkakan Asrul.

Diketahui, penahanan Asrul atas laporan dugaan pencemaran nama baik Farid Kasim Judas, yang saat ini menjabat Kepala BKPSDM Palopo.

Laporan pencemaran nama baik tersebut, mencuat pasca pemuatan berita, dimana anak Walikota Palopo itu, terlibat dalam sejumlah kasus dugaan korupsi di Kota Palopo.

(One) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *